kata kata hikmah


“Jika sesuatu yang (mestinya) mencukupimu itu memuaskanmu, maka yang paling remeh dari dunia akan memuaskanmu. (Namun) Jika sesuatu yang (mestinya) mencukupimu itu tidak memuaskanmu, maka segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak akan pernah dapat memuaskanmu.”
(Imam Ja'far Shadiq a.s)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Ada 4 perkara yang apabila masuk salah satu daripadanya ke dalam rumah (kalian) niscaya akan meruntuhkannya serta tiada mendatangkan berkah. (Keempat perkara itu) ialah : pengkhianatan, barang curian, minuman khamr, dan zina.”
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Bukan dari golongan kami orang yang mengkhianati amanat yag dipercayakan kepadanya.”
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Ibadah yang paling utama adalah berdoa, maka apabila Allah menginzinkan hamba-Nya untuk berdoa, niscaya Allah bukakan baginya pintu rahmat. Sesungguhnya tidak akan celaka seseorang yang senantiasa berdoa.”
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Seseorang bertanya kepada Rasulullah s.a.w, “Apakah tanda manisnya ibadah?,” Rasul s.a.w menjawab, “Tawadlu”

“Sesungguhnya Allah, yang tiada Tuhan selain Dia! Sungguh sedekah itu dapat menolak penyakit, bencana, kebakaran, tenggelam, keruntuhan, dan penyakit gila"
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Sesungguhnya orang-orang yang berakal (ulul al-bab) itu adalah orang-orang yang beramal dengan pemikiran yang darinya muncul kecintaan kepada Allah. Pabila seseorang sampai pada tingkatan ini maka Allah jadikan keinginannya (syahwatihi) dan kecintaannya (mahabbatihi) hanya kepada Sang Khaliq dan apabila ia telah berbuat demikian berarti ia telah sampai pada tingkatan yang tertinggi sehingga Allahmemperindah kalbunya. Dia karuniai hikmah kepadanya bukan seperti yang telah Dia karuniakan kepada para arif bijaksana (al-hukama) dan Dia limpahkan ilmu kepadanya bukan seperti yang telah ia wariskan kepada para ulama , Dia karuniakan kepadanya kejujuran (al-shidq) bukan seperti yang telah ia berikan kepada para shidiiqiin (orang-orang yang jujur). Sesungguhnya para hukama itu mendapatkan hikmah dari sikap diam, dan sesungguhnya para ulama mendapatkan ilmu dari menuntutnya, dan sesungguhnya para shidiiqiin mendapatkan kejujurannya dari sikap khusyu’ dan banyak beribadah…”
(Imam Ja'far Shadiq a.s)


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Komen anda: