kata kata hikmah


“Sesungguhnya Allah Tabaraka Ta’ala apabila menghendaki kebaikan bagi seorang hamba maka dijadikanlah dosa-dosanya selalu terbayang didepan matanya hingga dosanya ia rasakan berat dan ia selalu teringat (akan dosanya itu). Sebaliknya apabila Dia menghendaki keburukkan bagi seorang hamba maka dijadikanlah dia lupa akan dosa-dosanya”
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Tanda cinta kepada Allah itu adalah menyukai zikir kepada Allah dan tanda benci kepada Allah adalah membenci zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla.”
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Orang beriman itu (juga) bersenda gurau dan bermain, sementara orang munafik itu suka mengerutkan kening dan marah”
(Rasulullah s.a.w)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Imam al-Shadiq as berkata, “Takutlah kamu dari meremehkan dosa-dosa, karena yang demikian itu tidak terampuni!”, Ditanyakan kepada beliau: “Apa yang dimaksud meremehkan dosa?” Jawab Imam, “Seseorang yang telah berbuat dosa tetapi berkata: “Untung aku tidak melakukan (dosa) yang selain itu” 163] Ditanyakan kepada Amirul Mu’minin (Ali) as, “Apakah dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar?” Beliau menjawab,”Merasa aman dari rencana (makar) Allah, dan putus asa dari rahmat Allah"
(Imam Ja'far Shadiq a.s)
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“2 orang lelaki memasuki masjid. Salah seorang dari keduanya adalah ahli ibadah dan yang satunya lagi adalah seorang fasiq (gemar berbuat maksiat). Ketika keduanya keluar dari masjid, yang fasiq menjadi shiddiq (benar) sementara si ahli ibadah berubah menjadi fasiq. Yang demikian itu karena ketika si ahli ibadah memasuki masjid, ia bersandar pada ibadah-ibadahnya, begitulah yang ada dalam benaknya. Sedangkan si fasiq menjadi sadar akan ke-fasiq-kannya, lalu ia menyesalinya dan memohon ampun atas dosa-dosanya kepada Allah (selama ini)”
(Imam Ja'far Shadiq a.s)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Rasulullah sa.s.wbersabda, “Ingatlah! Janganlah kalian memusuhi nikmat Allah! Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa pula orang yang memusuhi nikmat Allah?” , Jawab Rasulullah s.a.w, “(yaitu) orang-orang yang dengki.”
(Rasulullah s.a.w)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Komen anda: